![]() |
Chef asal Prancis Laurent Veyet dan hidangan berbahan dasar serangga yang dihidangkannya: Reuters. |
Vnn.co.id, Internasional – Hidangan berbahan dasar serangga digagas
chef asal Prancis Laurent Veyet sebagai menu masa depan.
Salah satu serangga yang dipilih sebagai bahan dasar ialah mealworm
atau yang disebut ulat Hong Kong. Hal tersebut setelah adanya izin dari Badan
Keselamatan Makanan Eropa atau The European Food Safety Agency (EFSA) pada
Januari 2021 lalu.
Selain ulat, beberapa serangga tampak menghias di atas sajian salad
udangnya, yakni jangkrik dan belalang.
Seperti dikutip Reuters, Laurent Veyet mengakui bahwa tidak banyak
yang mengatakan tidak menyukai hidangan tersebut. Ia juga menunjukkan sebuah
sajian yang ideal dicoba untuk pemula, yakni pasta yang berkomposisi tepung
ulat, ubi, dan serangga yang ditumis.
Koki di restoran Prancis itu pun menjelaskan tantangan dalam menyajikan
menu tersebut, yaitu menggaet opini publik dan belajar mencocokkan rasa
serangga dengan masakan lain.
Ia membudidayakan langsung ulat Hong Kong di restoran tersebut dengan memberi
makan bubur gandum dan sayuran.
Sebelumnya, EFSA menerbitkan pendapat ilmiah tentang keamanan ulat Hong
Kong dan setuju dimakan manusia pada Januari 2021 lalu. Baik dimakan utuh,
dikeringkan, maupun dijadikan bubuk, ulat tersebut dianggap sebagai kudapan
kaya protein dan diperbolehkan menjadi campuran makanan lain.
Hal ini setelah para ahli kimia dan ilmuwan menemukan bahwa ulat Hong Kong selain
rendah lemak juga kaya akan protein dan serat. Badan Uni Eropa pun
mengkategorikannya sebagai makanan unik yang mulai diberlakukan sejak 2018.
Padahal sejak lama seluruh dunia, seperti Afrika, Australia, Selandia Baru,
China, dan Asia Tenggara mengenal ulat ini sebagai hidangan penuh gizi dan
protein serta dinilai paling lezat.
Di Australia dan Selandia Baru, ulat biasa menjadi isian burger dan kudapan
yang maknyus.
Red: Mega