Vnn.co.id, Kesehatan - Saat ini pandemi Covid-19
masih merajalela di setiap daerah memunculkan gejala baru bagi yang telah selesai
negatif dan bagi pasien yang positif Covid-19. Sindrom badai sitokin ini
mengacu pada kondisi medis ketika sistem kekebalan tubuh seseorang memproduksi
terlalu banyak sinyal inflamasi, dan bisa berakibat fatal. Badai sitokin
menjadi ketakutan baru bagi masyarakat, karena dapat meningkatkan risiko
kematian bagi pasien.
Berikut penjelasan apa yang
dimaksud badai sitokin yang dilansir dari halodoc:
Apa itu Badai Sitokin?
Badai sitokin disebabkan oleh
peningkatan respons imun tubuh. Yang seharusnya sistem imun ini atau kekebalan
berfungsi untuk membantu melawan infeksi yang ada namun, terkadang sistem
imunitas tubuh memberikan respons yang bukan untuk memproteksi melainkan
memperparah kondisi penyakit.
Menurut data kesehatan oleh
American Cancer Society, badai sitokin ini pada dasarnya memberi sinyal sistem
kekebalan untuk muali melakukan tugasnya. Ini merupaka situasi yang wajar. Namun,
ketika pelepasan sitokinnya terlalu banyak maka sistem kekebalan imun tubh akan
mulai menyebabkan kerusakan pda tubuh.
Perlu digaris bawahi, badai
sitokin bukanlah suatu penyakit. Melainkan, ini merupakan kondisi dimana ketika
respons imun tubuh bekerja secara berlebihan dalam melawan suatu penyakit,
sehingga tidak seimbang dan menyebabkan masalah serius hingga mengakibatkan
kematian.
Gejala Badai Sitokin
Ada begitu banyak gejala yang
perlu diawasi. Dari yang terlihat ringan sampai berubah menjadi parah hingga
menyebabkan kegagalan multiorgan lainnya. Yaitu seperti:
-
Demam
-
Flu
-
Mual
muntah
-
Sakit
kepala
-
Ruam
kulit
-
Kelelahan
-
Batuk
-
Sesak
nafas
-
Kejang-kejang
-
Sakit
kepala
-
Sakit
otot dan sendi
Pemicu Badai Sitokin
Badai sitokin dapat dipicu
oleh sejumlah infeksi, seperti infuenza, sepsis dan pneumonia. Yang terjadi
adalah respons imun yang meningkat berbeda di tiap individu. Tidak terjadi sama
pada semua pasien dengan infeksi yang parah.
Khususnya bagi orang yang
mengidap virus corona. Sejauh ini beberapa pasien menjadi sangat sakit dengan
cepat karena badai sitokin. Beberapa besar pasien Corona dengan badai sitokin
mengalami sesak nafas dan demam, sulit bernafas hingga dibutuhkan ventilator.
Terjadi dihari 6 sampai 7 hari setelah timbulnya penyakit.
Penulis: Sisilia Harwina