Mengajar akan menampilkan kepribadian, spontanitas, dan emosi seorang guru yang berhubungan dengan “ketrampilan seni” (artistry) seseorang dalam mengajar dan mencipta. Djamarah (2000) merumuskan 13 peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai korektor, inspirator, informator, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, pengelola kelas, mediator, supervisor, dan evaluator.
Mengingat variasi dan kompleksitas peran-peran tersebut, guru dituntut terus melakukan penyesuaian diri serta gaya mengajar sehingga tidak terjebak dalam pembelajaran yang statis dan tradisional.
Mengajar akan menampilkan kepribadian, spontanitas, dan emosi seorang guru yang berhubungan dengan “ketrampilan seni” (artistry) seseorang dalam mengajar dan mencipta. Djamarah (2000) merumuskan 13 peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai korektor, inspirator, informator, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, pengelola kelas, mediator, supervisor, dan evaluator.
Secara singkat guru
yang baik adalah seorang individu yang peduli dengan siswa, mendedikasikan
waktu dan energinya untuk mengelola kelas, serta menguasai materi pelajaran di
kelas. Berikut ini adalah sebuah bagan komponen- komponen yang membentuk
seorang guru yang baik yang dibuat oleh Slavin (2009).
Bagan di atas menggambarkan empat komponen utama dari seorang guru yang baik yaitu pengetahuan tentang mata pelajaran yang diajarkan, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, pengetahuan akan siswa dan cara pembelajarannya, serta ketrampilan mengajar dan komunikasi.
Keempat Decision Making, Good Teaching, Self-knowledge, and Self-regulation, Reflection
Application of education research. Komponen
di atas disatukan oleh empat komponen lainnya yaitu kemampuan memecahkan
masalah, kemampuan untuk memahami dan mengaturan diri sendiri, kemampuan untuk melakukan
refleksi, serta kemampuan untuk menerapkan hasil- hasil penelitian tentang
pendidikan.
Berbagai tinjauan
mengenai guru yang efektif, Covey (1997) menyatakan bahwa ada tujuh ciri
kebiasaan manusia efektif yaitu (1) berpikir proaktif, (2) memiliki tujuan yang
jelas, (3) pandai membuat dan menentukan skala prioritas, (4) berpikir
menang-menang (think win-win), (5) senang bekerjasama, (6) memperhatikan orang
lain, dan (7) selalu belajar sepanjang waktu. Dari ketujuh ciri manusia efektif
tersebut, dapat ditarik kesepadanan sebagai ciri-ciri guru yang efektif.
Henson & Eller (1999) mengungkapkan bahwa seorang guru yang efektif akan selalu berpikir untuk mencari cara yang lebih baik dalam mengajar. Sebagai contoh, pada saat menghadapi keributan di dalam kelas yang sudah sangat mengganggu, ada beberapa guru yang berteriak untuk menenangkan siswa.
Hal ini
lebih sering tidak mencapai hasil yang diinginkan. Seorang guru yang efektif
akan berusaha mencari pendekatan yang berbeda. Sebagai contoh, daripada menaikkan
nada suaranya, guru yang efektif akan berhenti bicara, kemudian melakukan
kontak mata untuk menenangkan kelas. Guru efektif yang lain akan melakukan
proximity control, yang digambarkan dengan berjalan mendekati bagian kelas yang
paling berisik dan terus berada di sana sampai keributan itu reda.
Menurut King & Kitchener serta Sleffy & Wolfe (Henson & Eller, 1999), sepanjang karirnya seorang guru akan yang baik akan terus meningkatkan kemampuan untuk merenungkan kepribadian dan menggunakan hasil perenungan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuannya mengajar. Friday (Henson & Eller, 1999) mengungkapkan bahwa contoh, bimbingan, dan motivasi yang diberikan seorang guru akan dapat mempengaruhi siswanya.
Telah banyak penemuan yang
mengungkapkan bahwa salah satu prediktor yang kuat dari pengaruh guru terhadap
siswa adalah keyakinan bahwa si guru untuk melakukan perubahan.
Menurut
Henson serta Tschannen-Moran & Woolfolk Hoy (Slavin, 2009) keyakinan ini
disebut sebagai teacher efficacy yang
merupakan inti dari guru yang memiliki tujuan. Selain itu, Salvin (2009)
mengatakan bahwa terdapat juga kemampuan- kemampuan guru yang perlu diterapkan
di seluruh level pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas, seperti
memotivasi siswa, mengatur kelas, mengukur pengalaman terdahulu siswa,
mengkomunikasikan ide-ide dengan efektif, memahami karakter siswa, mengukur
hasil pembelajaran, dan meninjau kembali informasi yang diperoleh.
Karakteristik
Guru yang Efektif Suyanto dan Hisyam (2000) mengemukakan tentang beberapa kemampuan
guru yang mencerminkan guru yang efektif, yaitu:
1. Kemampuan yang terkait dengan iklim kelas,
terdiri dari:
·
memiliki
kemampuan interpersonal, khususnya kemampuan untuk menunjukkan empati,
penghargaan kepada siswa, dan ketulusan;
·
memiliki
hubungan baik dengan siswa;
·
secara
tulus menerima dan memperhatikan siswa;
·
menunjukkan
minat dan antusiasme yang tinggi dalam mengajar;
·
mampu
menciptakan atmosfer untuk bekerja sama dan kohesivitas dalam kelompok;
·
melibatkan
siswa dalam mengorganisasikan dan merencanakan kegiatan pembelajaran;
·
mampu
mendengarkan siswa dan menghargai hak siswa untuk berbicara dalam setiap
diskusi; dan
·
meminimalkan
friksi-friksi di kelas jika ada.
2.
Kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen, terdiri dari:
·
memiliki
kemampuan secara rutin untuk mengahadapi siswa yang tidak memperhatikan, suka
menyela, mengalihkan pembicaraan, dan mampu memberikan transisi dalam mengajar;
serta
·
mampu
bertanya atau memberikan tugas yang memerlukan tingkatan berfikir yang berbeda.
3.
Kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik dan penguatan
(reinforcement), terdiri dari:
·
mampu memberikan umpan balik yang positif
terhadap respon siswa;
·
mampu
memberikan respon yang membantu kepada siswa yang lamban belajar;
·
mampu
memberikan tindak lanjut terhadap jawaban yang kurang memuaskan; dan
·
mampu
memberikan bantuan kepada siswa yang diperlukan.
4.
Kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri, terdiri dari:
·
mampu
menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif;
·
mampu
memperluas dan menambah pengetahuan metode-metode pengajaran; dan
·
mampu
memanfaatkan perencanaan kelompok guru untuk menciptakan metode pengajaran.
Adapun beberapa kelompok dalam pengajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan membuat rencana pelembelajaran (Lesson Plan) yang pada umumnya disebut RPP atau Rencana Pengajaran.
Lalu bagian pelaksanaan (Eksekusi) yang disebut juga Teaching Delivery, ada 3 aspek utama
yang harus dikuasai, yaitu Delivery
Skill, Class Managemment dan Leadership. Selanjutnya Evaluasi, guru bisa
mengembangkan kesepakatan bersama atau pihak sekolah yang mengambangkan
kebijakan terkait serta merancang pola pelaksanaanya secara terencana, terukur
dan terarah.
Di dalam proses mengajar, seorang guru perlu melakukan perencanaan dan persiapan, serta pengambilan keputusan setiap jamnya. Dengan demikian sebuah atribut yang melekat pada guru yang menonjol adalah intentionality, yaitu melakukan sesuatu yang beralasan atau bertujuan. Intentional teacher adalah guru yang secara terus menerus memikirkan hasil yang mereka inginkan dari siswanya dan bagaimana setiap keputusan yang mereka buat akan mengarahkan siswa menuju hasil yang diharapkan.
Seringkali siswa belajar dalam keadaan yang tidak direncanakan. Namun untuk
menantang para siswa, untuk memicu usaha terbaik yang dimiliki, untuk membantu
siswa melakukan loncatan yang konseptual, serta untuk mengorganisasi serta mempertahankan
pengetahuan baru, guru perlu untuk memiliki alasan (purposeful), penuh pemikiran (thoughtful),
dan fleksibel, tanpa kehilangan arah
dalam membimbing setiap siswanya.
Daftar Pustaka
Fatimaningrum, A. S. (2011). Karakteristik Guru Dan Sekolah
Yang Efektif Dalam Pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran, 7(2).
Setyosari, P. (2017). Menciptakan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Jinotep (jurnal inovasi dan teknologi pembelajaran): kajian dan riset
dalam teknologi pembelajaran, 1(1), 20-30.