Karakteristik Guru Efektif Dalam Pembelajaran -->
SRU 2025 Lebaran 2025
IKLAN PENERJEMAH HUT RI 2023 VNNCOID

Karakteristik Guru Efektif Dalam Pembelajaran

, 4/02/2025 07:19:00 PM



 

Mengajar akan menampilkan kepribadian, spontanitas, dan emosi seorang guru yang berhubungan dengan “ketrampilan seni” (artistry) seseorang dalam mengajar dan mencipta. Djamarah (2000) merumuskan 13 peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai korektor, inspirator, informator, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, pengelola kelas, mediator, supervisor, dan evaluator.


Mengingat variasi dan kompleksitas peran-peran tersebut, guru dituntut terus melakukan penyesuaian diri serta gaya mengajar sehingga tidak terjebak dalam pembelajaran yang statis dan tradisional.


Mengajar akan menampilkan kepribadian, spontanitas, dan emosi seorang guru yang berhubungan dengan “ketrampilan seni” (artistry) seseorang dalam mengajar dan mencipta. Djamarah (2000) merumuskan 13 peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai korektor, inspirator, informator, organisator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, demonstrator, pengelola kelas, mediator, supervisor, dan evaluator.


Secara singkat guru yang baik adalah seorang individu yang peduli dengan siswa, mendedikasikan waktu dan energinya untuk mengelola kelas, serta menguasai materi pelajaran di kelas. Berikut ini adalah sebuah bagan komponen- komponen yang membentuk seorang guru yang baik yang dibuat oleh Slavin (2009).

 

Bagan di atas menggambarkan empat komponen utama dari seorang guru yang baik yaitu pengetahuan tentang mata pelajaran yang diajarkan, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, pengetahuan akan siswa dan cara pembelajarannya, serta ketrampilan mengajar dan komunikasi.


Keempat Decision Making, Good Teaching, Self-knowledge, and Self-regulation, Reflection Application of education research.  Komponen di atas disatukan oleh empat komponen lainnya yaitu kemampuan memecahkan masalah, kemampuan untuk memahami dan mengaturan diri sendiri, kemampuan untuk melakukan refleksi, serta kemampuan untuk menerapkan hasil- hasil penelitian tentang pendidikan.


Berbagai tinjauan mengenai guru yang efektif, Covey (1997) menyatakan bahwa ada tujuh ciri kebiasaan manusia efektif yaitu (1) berpikir proaktif, (2) memiliki tujuan yang jelas, (3) pandai membuat dan menentukan skala prioritas, (4) berpikir menang-menang (think win-win), (5) senang bekerjasama, (6) memperhatikan orang lain, dan (7) selalu belajar sepanjang waktu. Dari ketujuh ciri manusia efektif tersebut, dapat ditarik kesepadanan sebagai ciri-ciri guru yang efektif.


Henson & Eller (1999) mengungkapkan bahwa seorang guru yang efektif akan selalu berpikir untuk mencari cara yang lebih baik dalam mengajar. Sebagai contoh, pada saat menghadapi keributan di dalam kelas yang sudah sangat mengganggu, ada beberapa guru yang berteriak untuk menenangkan siswa.


Hal ini lebih sering tidak mencapai hasil yang diinginkan. Seorang guru yang efektif akan berusaha mencari pendekatan yang berbeda. Sebagai contoh, daripada menaikkan nada suaranya, guru yang efektif akan berhenti bicara, kemudian melakukan kontak mata untuk menenangkan kelas. Guru efektif yang lain akan melakukan proximity control, yang digambarkan dengan berjalan mendekati bagian kelas yang paling berisik dan terus berada di sana sampai keributan itu reda.

Menurut King & Kitchener serta Sleffy & Wolfe (Henson & Eller, 1999), sepanjang karirnya seorang guru akan yang baik akan terus meningkatkan kemampuan untuk merenungkan kepribadian dan menggunakan hasil perenungan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuannya mengajar. Friday (Henson & Eller, 1999) mengungkapkan bahwa contoh, bimbingan, dan motivasi yang diberikan seorang guru akan dapat mempengaruhi siswanya.


Telah banyak penemuan yang mengungkapkan bahwa salah satu prediktor yang kuat dari pengaruh guru terhadap siswa adalah keyakinan bahwa si guru untuk melakukan perubahan.


Menurut Henson serta Tschannen-Moran & Woolfolk Hoy (Slavin, 2009) keyakinan ini disebut sebagai teacher efficacy yang merupakan inti dari guru yang memiliki tujuan. Selain itu, Salvin (2009) mengatakan bahwa terdapat juga kemampuan- kemampuan guru yang perlu diterapkan di seluruh level pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas, seperti memotivasi siswa, mengatur kelas, mengukur pengalaman terdahulu siswa, mengkomunikasikan ide-ide dengan efektif, memahami karakter siswa, mengukur hasil pembelajaran, dan meninjau kembali informasi yang diperoleh.

 

 

Karakteristik Guru yang Efektif Suyanto dan Hisyam (2000) mengemukakan tentang beberapa kemampuan guru yang mencerminkan guru yang efektif, yaitu:


 1. Kemampuan yang terkait dengan iklim kelas, terdiri dari:

·         memiliki kemampuan interpersonal, khususnya kemampuan untuk menunjukkan empati, penghargaan kepada siswa, dan ketulusan;

·         memiliki hubungan baik dengan siswa;

·         secara tulus menerima dan memperhatikan siswa;

·         menunjukkan minat dan antusiasme yang tinggi dalam mengajar;

·         mampu menciptakan atmosfer untuk bekerja sama dan kohesivitas dalam kelompok;

·         melibatkan siswa dalam mengorganisasikan dan merencanakan kegiatan pembelajaran;

·         mampu mendengarkan siswa dan menghargai hak siswa untuk berbicara dalam setiap diskusi; dan

·         meminimalkan friksi-friksi di kelas jika ada.

2. Kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen, terdiri dari:

·         memiliki kemampuan secara rutin untuk mengahadapi siswa yang tidak memperhatikan, suka menyela, mengalihkan pembicaraan, dan mampu memberikan transisi dalam mengajar; serta

·         mampu bertanya atau memberikan tugas yang memerlukan tingkatan berfikir yang berbeda.


3. Kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik dan penguatan (reinforcement), terdiri dari:

·       mampu memberikan umpan balik yang positif terhadap respon siswa;

·      mampu memberikan respon yang membantu kepada siswa yang lamban belajar;

·      mampu memberikan tindak lanjut terhadap jawaban yang kurang memuaskan; dan

·      mampu memberikan bantuan kepada siswa yang diperlukan.

4. Kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri, terdiri dari:

·      mampu menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif;

·      mampu memperluas dan menambah pengetahuan metode-metode pengajaran; dan

·      mampu memanfaatkan perencanaan kelompok guru untuk menciptakan metode pengajaran.


Adapun beberapa kelompok dalam pengajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan membuat rencana pelembelajaran (Lesson Plan) yang pada umumnya disebut RPP atau Rencana Pengajaran.


Lalu bagian pelaksanaan (Eksekusi) yang disebut juga Teaching Delivery, ada 3 aspek utama yang harus dikuasai, yaitu Delivery Skill, Class Managemment dan Leadership. Selanjutnya Evaluasi, guru bisa mengembangkan kesepakatan bersama atau pihak sekolah yang mengambangkan kebijakan terkait serta merancang pola pelaksanaanya secara terencana, terukur dan terarah.


Di dalam proses mengajar, seorang guru perlu melakukan perencanaan dan persiapan, serta pengambilan keputusan setiap jamnya. Dengan demikian sebuah atribut yang melekat pada guru yang menonjol adalah intentionality, yaitu melakukan sesuatu yang beralasan atau bertujuan. Intentional teacher adalah guru yang secara terus menerus memikirkan hasil yang mereka inginkan dari siswanya dan bagaimana setiap keputusan yang mereka buat akan mengarahkan siswa menuju hasil yang diharapkan.


Seringkali siswa belajar dalam keadaan yang tidak direncanakan. Namun untuk menantang para siswa, untuk memicu usaha terbaik yang dimiliki, untuk membantu siswa melakukan loncatan yang konseptual, serta untuk mengorganisasi serta mempertahankan pengetahuan baru, guru perlu untuk memiliki alasan (purposeful), penuh pemikiran (thoughtful), dan fleksibel, tanpa kehilangan arah dalam membimbing setiap siswanya.

 

Daftar Pustaka

Fatimaningrum, A. S. (2011). Karakteristik Guru Dan Sekolah Yang Efektif Dalam Pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran7(2).

Setyosari, P. (2017). Menciptakan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Jinotep (jurnal inovasi dan teknologi pembelajaran): kajian dan riset dalam teknologi pembelajaran1(1), 20-30.


TerPopuler

close